Headlines News :
Home » , , » Disebut Sebut Menerina Uang Senilai Rp 5 M Dari Nasarudin, “Ini Tanggapan Isran Noor”.

Disebut Sebut Menerina Uang Senilai Rp 5 M Dari Nasarudin, “Ini Tanggapan Isran Noor”.

Oleh By Redaksi : on Rabu, 27 Agustus 2014 | 23.32.00

Isran Noor : “Kasian Anas lho”




[caption id="attachment_7287" align="aligncenter" width="900"]Bupati Kutai Timur, Isran Noor Bupati Kutai Timur, Isran Noor[/caption]

Sangatta, wartakutim.com - Bupati Kutai Timur Isran Noor mengatakan tidak pernah menerima pemberian fee dari mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbanigrum, terkait dengan  permohonan izin tambang Batu bara PT Arina Kota Jaya, seperti yang dituduhkan oleh mantan bendahara umum PD, saat bersaksi dalam sidang Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/8) Lalu.


Menurut Isran, perusahaan tambang yang sering disebut sebut milik anas oleh Nasarudin ternyata milik Nasarudin sendiri. Dia menyebutkan ada sepuluh perusahaan yang pernah disodorkan Nasarudin kepadannya untuk medapatkan lahan di kutim, namun hanya satu perusahaan yang dapat disetujuinnya yakni PT Arina Kota Jaya.


"Dia (Nasarudin) mengajukan permohonan untuk dapat tambang di Kutai Timur, membawah sepuluh perusahaan. Namun saya lupa semua nama perusahaannya.hanya ada satu perusahaan saja layak yakni PT Arina Kota Jaya,"Kata Isran Noor kepada wartawan, di Sangatta, (26/8).


Namun, lanjut Isran, perusahaan tambang PT Arina Kota Jaya milik Nasarudin itu, Izinnya sudah tarik oleh KPK untuk barang bukti dan di kembalikan ke Negara.


"Perusahaan itu sebetulnnya bukan punya Anas. punya Nasarudin sendiri. Cuma, Anas sering dijual jual namannya. "ungkapnnya.


“Kasian Anas lho” tambahnnya. Menurut ketua Apakasi ini, Nasarudin adalah seorang pelaku kejahatan korupsi yang tidak sanggup menanggung kejahatan yang Nasarudin Lakukan sendiri dan selalu ingin melibatkan orang yang ia kenal untuk ikut terseret, meskipun orang tersebut tidak ikut terlibat.


“Kalau Nasarudin, kenal dengan Paus Paulus atau Obama, Pasti dia bilang juga itu sudah memberikan uang, kalau keinginan dia tidak bisa terpenuhi dengan orang yang nasar kenal”Sebut Isran 


Lebih jauh Isran menegaskan, apa yang dituduhkan Nasarudin terhadap diri, yang telah menerima uang dalam bentuk cek milliar di Hotel Sutan melalui Yulianis (Wakil Direktur Keuangan Permai Group) semuannya bohong.


“Katannya saya pernah bertemu di Hotel Sultan dan mengatakan saya terima uang dari Yulianis sebesar 2 Milliar dan saya sendiri tidak mengenal Yulianis, mukannya saja saya tidak pernah lihat.” Ujar isran.


Sekedar di ketahui, dalam sidang Anas Urbaningrum yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/8). Nasarudin menyebut bupati Kutai Timur telah menerima fee atau uang pelicin sebesar Rp.5 milliar untuk proses penerbitan izin perusahaan tambang batu bara PT Arina Kota Jaya, di Kutai Timur, Kalimantan Timur.


Dalam persidang itu,  seperti dilansir menalai JPNN Senin (25/8), Nasarudin mengatakan, Perusahaan tambang Anas itu, dikelolah oleh dua kolega Anas yaitu Lilur dan Totok. Ketika itu Lilur dan Totok belum punya modal, oleh karena itu keduannya meminta bantuan kepada Permai Group, perusahaan milik Nazaruddin.


"Mereka ketemu Pak Isran Noor. Waktu itu Pak Isran mau jadi ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur. Tapi ada persoalan sama ketua yang lama. Setelah Mas Anas jadi Ketua Umum, diusahakan Pak Isran tetap jadi ketua DPD. Kami ngomong sama ketua yang lama," kata Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, seperti dilansir JPNN.Senin (25/8).


Setelah itu, Nazaruddin mengaku mengundang Isran datang ke Jakarta. Tepatnya di Hotel Sultan. Dalam pertemuan itu hadir Nazaruddin, Anas, Lilur, Totok, dan Isran. Ketika itulah pihak Anas meminta agar izin tambang segera diterbitkan.


Setelah itu, Nazaruddin mengaku mengundang Isran datang ke Jakarta. Tepatnya di Hotel Sultan. Dalam pertemuan itu hadir Nazaruddin, Anas, Lilur, Totok, dan Isran. Ketika itulah pihak Anas meminta agar izin tambang segera diterbitkan.


"Pak Isran menyanggupi dan minta Rp 5 miliar. Enggak lama kemudian, Yulianis (Wakil Direktur Keuangan Permai Group) kasih cek ke Lilur Rp 5 miliar. Cek itu dikasih ke Isran," kata Nazaruddin. (*wal)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. warta kutim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template