Headlines News :
Home » » Ratusan Umat Katolik Terharu dan Meneteskan Air Mata

Ratusan Umat Katolik Terharu dan Meneteskan Air Mata

Oleh By Redaksi : on Jumat, 18 April 2014 | 14.32.00



Umat Katolik Sangatta terharu mengikuti prosesi jalan salib hidup, yakni jalan salib yang dilakokan dengan drama oleh orang muda Katolik Sangatta, Jumat (18/4).Mengangkat kisah penyalibanYesus di bukit Golgota, ratusan umat Katolik terharudan sebagian menitikkan air mata selama prosesi jalan salib.

(Ilustrasi)
Yesus jatuh,takkuat menanggung beban salib yang dipikul dan
 cambukan para Algojo Romawi, dalam lakon drama Jalan Salib
Hidup peringatan Hari Paskaholeh orang muda Katolik Sangatta.
Jalan salib hidup itu dimulai pukul 08:00 WITA, dari gedung GOR  BPSB Sangatta, di jalanBukti Batu Bara, menuju Goa Maria di samping Gereja Santa Theresia Sangatta, yang letaknya bersebalahan dengan GOR BPSB.

Drama itumengisahkan 14 peristiwa penting dalam sejarah penyalibaban Yesus Kristus. Kisah dimulai dari persidangan yang menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus oleh Pengadilan Pilatus. Meski  Pilatus tidak menemukan kesalahan padadiri Yesus, namun ia akhirnya menyerahkan Yesus kepada orang Yahudi untuk disalibkan di bukit Golgota.

Pilatus  takut kekuasaannya terancam, sebab yang meminta agar Yesus dihukum matiadalah ahli-ahli Taurat Yahudi, paratua-tuadan seluruh rakyat di Yerusalem.

Perjalanan Yesussam bilmemikulsalib ke Golgota, dilalui dengan berbagai kisah yang mengharuskan dan dipenuhidengan kekerasan fisik akibat penyiksaan para serdadu. Banyak darah keluar dari luka-luka Nya. Badan lelah, penat dan lemah. Beban salib pun terasase makin berat. Apalagi masih diperberat dengan penderitaan batin karena ditinggalkan oleh para murid-Nya, ditolak oleh bangsa-Nya dan dijatuhi hukuman mati sekalipun tidak bersalah.

Dalam perjalanan yang melelahkan itu, Yesus jatuh selama tiga kali. Fisiknya semakin lemah, maka para serdadu menahan seorang  yang bernama Simon dari Kirene. Simon baru datang dari luar kota, namun tanpa ragu meletakkan salib Yesus diatas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. Sebelum mendapat bantuandari  Simon, Yesus mejumpai Maria, IbuNya.

Meski salib begitu berat dipikul Yesus, namun  Sang Juru Selamat itu masih sempat menghibur perempuan-perempuan yang mengikutinya dan terus menangis. Yesusberkata, “Haiputeri-puteri Yerusalem, janganlah Engkau menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.”

Peristiwa penting lain dalam kisah penyaliban Yesus adalah wajah-Nya diusap oleh seorang wanita bernama Veronika, lalu pakaian Yesus ditanggalkan sebelum akhirnya disalibkan di bukit Golgota. Di kayu salib itulah, Yesus wafat sekitar pukul 12 siang.

Suasana bukit Golgota saat itu sempat gelap selama tiga jam setelah kematianYesus. Hal itu membuat para serdadu yang menyiksa dan membunuh Yesus berbalik percaya bahwa Yesus sungguh Anak Allah.

Drama ini dimainkan dengansangat baik dan penuh penghayatan ole horang-orang mudaKatolikSanta Theresia Sangatta. Mereka berasal dari kalangan SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa Katolik di Kota Sangatta.
Visualisasi kisah sengsara Yesusse belum wafatnya, tergambar jelas dalam drama itu.Umat Katolik  yang mengikuti prosesi jalan salib hidup ini, larut dalam keharuan. Tidak sedikit dari mereka menitikan air mata selama proses jalan salib hidup tersebut.

PerayaanP askah Gereja Katolik Santa TheresiaSangatta, sering menggelar Jalan SalibHidup (Tablo). Hal itu bermaksud untuk memudahkan umat memahami dan ikut mengambil bagian dalam kisah sengsara Yesus, yang  terjadi sekitar 2.014 tahun silam. Jalan salib ini dipimpinoleh Pastor Paroki Santa Theresia, Pastor Krispinus Cosmas B. Tukan MSF.

Inti  ritual jalan salib adalah kesetiaan, ketaatan pada kehendak Tuhan, cinta yang utuh dan pengorbanan yang  total.  Harapannya, semoga umat Katolik bisa meneladani empat sikap Yesus yang disampaikan melalui jalan salibitu.(*)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. warta kutim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template