Headlines News :
Home » » Presiden Temui 3 keluarga TKI Yang Terancam Dihukum Mati

Presiden Temui 3 keluarga TKI Yang Terancam Dihukum Mati

Oleh By Redaksi : on Minggu, 30 Maret 2014 | 06.40.00



Presiden SBY | Ft : Jaring News
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan keluarga TKI Arab Saudi yang terancam dihukum mati, Satinah. Pertemuan itu dilakukan di Semarang, Jawa Tenga, Minggu (30/3).
Minggu ini merupakan hari kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di Semarang, Jawa Tengah. Presiden juga akan bertemu dengan 3 keluarga  tenaga kerja Indonesia (TKI). Pertemuan itu dilakukan di Hotel Gumaya.

Sementara perkembangan kasus Satinah, keluarga korban sudah mau menerima diyat yang ditawarkan Pemerintah Indonesia, sebesar 4 juta riyal. Seperti dilansir Situs Kepresidenan, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Gatot Abdullah Mansyur mengatakan dalam sebuah acara di Gunung Kidul, Yogyakarta, kemarin mereka minta 1 juta riyal lagi. Sehingga total 5 juta riyal. Semula keluarga korban Nura Al Gharib menuntut diyat sebesar 7 juta riyal.

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Buraidah, Arab Saudi, menjatuhi vonis mati terhadap Satinah yang dinyatakan terbukti bersalah membunuh dan merampok majikannya, Nura Al Gharib, pada 2007 silam. Pengadilan menjatuhkan vonis mati pada tahun 2010. Sistem peradilan setempat memberi ruang bagi penghindaran hukuman mati jika keluarga korban memberi maaf.

Berkat negosiasi Indonesia, tenggat waktu pelaksanaan vonis diperpanjang hingga tiga kali, yaitu Desember 2011, Desember 2012, dan Juni 2013. Diyat atau uang darah yang semula diminta oleh keluarga korban sebesar 10 juta riyal selanjutnya menjadi 7,5 juta riyal, yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun 2 bulan. Tanggal 3 April mendatang merupakan batas akhir vonis untuk dijalankan.

Presiden SBY sendiri telah mengirim surat kepada Raja Arab Saudi untuk meminta keringanan hukuman mati bagi Satinah, sukur bisa dibebaskan. Surat tersebut dibawa oleh satgas yang dipimpin mantan Menteri Agamna Maftuh Basuni yang sekarang sudah berada di Arab Saudi.




 (Chm / Nvl)

Sumber : Jaring News (30/3/2013)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. warta kutim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template