Headlines News :
Home » » Dinyatakan Kabur,Tanggungjawab Tersangka Pada Korban dan Hukum apa?

Dinyatakan Kabur,Tanggungjawab Tersangka Pada Korban dan Hukum apa?

Oleh By Redaksi : on Selasa, 25 Maret 2014 | 14.57.00

SANGATTA. Korban kecelakaan lalulintans Sersan Sugianto mempertanyakan tanggungjawab tersangka, baik atas kerugian materil maupun secara hukum setelah tersangka kecelakaan lalulintas (KLL)  Yulianto, dinyatakan lari oleh Polres Kukar.

“Saya ini korbannya Yulianto. Tengok pun selama tiga bulan kejadian itu tidak pernah. Sekarang lari, lalu apa tanggungjawabnya baik pada saya dan keluarga maupun secara hukum,” kata Sugianto dengan nada tanya, yang dihubungi wartawan.

Dikatakan, sejak kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya 23 Desember di Tahura, tersangka tak pernah menengok dirinya. Dia dan keluarga telah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk biaya rumah sakit, tapi tersangka sepertinya tak ada tanggunjawab sama sekali. Anehnya, dibiarkan polisi tak ditahan, bahkan sekarang sudah lari.

“Larinya pun saya tahu bukan dari polisi tapi dari teman. Padahal, polisi pernah menghubungi saya agar bersedia jadi saksi di persidangan. Saat itu saya jawab siap, karena saya taat hukum.  Tapi setelah itu, tak ada kabar kapan di sidang,  karena ternyata sudah lari tapi polisi tak kabari. Jadi gimana ini proses hukum kalau tersangka dibiarkan lari tanpa tanggunjawab,” kata mantan personil Kodim 0909 Sangatta ini.

Terkait dengan kasus ini, wartawan hendak melakukan konfirmasi terhadap Kasat Lantas Polres Kukar AKP Yovan Fatika, maupun Kanit dan Penyidik kasus KLL ini namun selama tiga hari tak pernah menjawab. 
Sementara Ima, pemilik mobil yang dipinjam tersangka Yulianto juga menyatakan kekesalan yang sama, karena pihak Polres Kukar tidak mau memberikan mobil yang sudah mangkrak hampir 3 bulan itu di Pospol 

Tahura untuk diperbaiki. Padahal, sudah memasukan surat permintaan pinjam pakai ke Satlantas Polres Kukar untuk mohon agar mobil dipinjam pakai agar di perbaiki.  Ternyata Kasat Lantas AKP Yovan Fatika menyatakan tidak akan memberikan pinjam pakai, karena tersangka lari.

“Maksud kami kan  sementara tersanga dicari,  karena tidak diketahui kapan akan ditangkap, karena tidak diketahui dimana keberadaaanya,  untuk disidang, mobil kami pinjam pakai untuk diperbaiki. Setelah tersangka ditangkap, disidang, kalau mobil sudah layak untuk dibawa ke pengadilan sebagai barang bukti, kami siap bawa ke pengadilan. Tapi malah ditolak, karena alasan Kasat Yovan, itu jadi jaminan perkara di Polres, setelah tersangka lari,” ketus Ima

Yang lebih aneh lagi, Yovan Fatika mengatakan tersangka lari itu sudah biasa. Yang penting barang bukti ada sebagai jaminan, soal tersangka nanti dicari. “Tersangka lari itu sudah biasa. Bahkan ada tersangka serupa di Muara Badak, satu tahun baru kami tangkap di Sulsel, jadi barang bukti setahun baru dikeluarkan,” kata Yovan minggu lalu saat menghubungi Ima, pemilik mobil di Sangatta.

Dijelaskan Ima,  tabrakan mobil KT 1898 RC terjadi 23 Desember tahun lalu. sejak awal penyidik tak mau memberikan mobil dipinjam pakai, dengan alasan korbannya keberatan. Bahkan identitas korban pun tak pernah diberikan pada pemilik mobil, biar bisa komunikasi. Penyidik menyatakan, ikuti saja proses hukumnya. 
“kami sebagai pemilik mobil sabar, ikuti proses hukumnya. Sekarang, ternyata  tersangka dibiarkan lari. Lalu sampai kapan proses hukum itu baru selesai kalau tersangka dibiarkan lari. Kalau memang proses hukum dilakukan dengan benar, kan ditahan aja sejak awal, biar  tidak lari. Sekarang setelah dua bulan, tersangka lari, adakah proses lari yang harus ditunggu korban dan pemilik kendaraan,” ketus Ima lagi
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. warta kutim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template