Headlines News :
Home » , , » APBD Kutim Terancam Turun Lagi

APBD Kutim Terancam Turun Lagi

Oleh By Redaksi : on Rabu, 04 September 2013 | 01.08.00

Isran : Waspadai Menurunya Pembelian Batubara

ISran_Noor_2238265@wartakutim.com | Sangatta :Harapan Pemkab Kutim untuk bisa menyamakan APBD 2014 sebesar Rp3,3 Triliun tampaknya makin berat. Pasalnya, Bupati Isran Noor menyebutkan terpuruknya penjualan batubara dipasar internasional berdampak langsung terhadap pendapatan APBD Kutim.

Saat menyampaikan jawaban Pemkab Kutim terhadap pemandangan umum fraksi terhadap KUA PPAS TA 2014, Selasa (3/9)  Isran diluar teks mengharapkan agar TPAD dan Pansus DPRD Kutim untuk sama-sama mencermati gejolak menurunnya penjualan batubara. “Kemungkinan pendapatan pada APBD dua ribu empat belas tidak sesuai harapan karena adanya kecendrungan permintaan batubara menurun dimana berdampak langsung terhadap royalty batubara, karenanya perlu dikaji lebih mendalam saat berlangsung pembahasan namun tidak lepas dari waktu yang ditetapkan,” ujar Isran Noor.

Dalam sidang yang dipimpin Harjuna Ali dan dihadiri sejumlah pejabat, Isran meminta semua elemen Pemkab Kutim untuk berpedoman pada RPJMD serta tujuan MDGs agar peningkatan kesejahteraan rakyat terwujud.

Sebelumnya, Pemkab Kutim melalui Wabup Ardiansyah Sulaiman menyampaikan RAPBD Kutim 2014 mengalami penurunan sebesar 11 persen atau mengalami penurunan Rp700 M sehingga menjadi Rp2,5 triliun.

Perhitungan RAPBD Kutim yang mengalami penurunan signifikan ini, terungkap dalam persidangan DPRD Kutim, Rabu (26/6)  yang mengagendakan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Diungkapkan pada 2014,  pendapatan  diproyeksikan mencapai Rp2,167 triliun terjadi penurunan Rp12 M dari proyek tahun 2013 yang mencapai Rp2,179 triliun. Sementara PAD tetap sama dengan tahun 2013  yakni Rp65,3 M. “Rendahnya pendapatan daerah karena belum dicantumkan DAK dan Subsidi atau bantuan keuangan provinsi dimana sampai saat ini belum ada informasi,” jelas Ardiansyah.

Terhadap proyek APBD 2014, Pemkab Kutim mengalokasikan untuk belanja lansgung sebesar Rp1 triliun sedangkan belanja tidak langsung sebesar Rp1,7 triliun. Meski mengalami difisit sekitar Rp200 M, untuk belanja tidak langsung diakui mengalami peningkatan sekitar 12,33 persen dari Rp892,2 M pada tahun 2013.

Untuk belanja pegawai yang terdiri gaji, tunjangan PNS, Bupati, Wabup, Anggota DPRD serta lainnya dialokasikan Rp739 M naik Rp17,49 persen. Kemudian subsidi, tetap bertahan di Rp8,7 M demikian hibah tetap Rp86,9 M termasuk Bansos masih dialokasikan Rp8,5 M. Akibat menurunannya pendapatan, alokasi untuk bantuan keuangan kepada desa serta Parpol, sama tahun lalu yakni Rp156 M. Hal yang sama terjadi pada belanja tak terduga yakni Rp3 M.

Meski terjadi penurunan, Wabup Ardiansyah yang tampil mewakili Bupati Isran Noor menegaskan alokasi untuk pendidikan tetap bertahan di pusaran 20 persen dari APBD. “Terhadap TPP, akan dinaikan guna meningkatkan kesejahteraan pegawai dan mengantisipasi dampak eskalasi harga barang, demikian pula terhadap kesejahteraan tenaga kerja kontrak,” ungkap Wabup Ardiasnyah seraya berharap KAU APBD Kutim ini, paling tidak rampung paling lambat akhir tahun nanti.(din)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. warta kutim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template